TEMANGGUNG – Persoalan dalam keluarga sering kali tidak tampak dari luar. Ada yang kesulitan membangun komunikasi dengan pasangan, ada yang bingung menghadapi anak yang mulai beranjak remaja, sementara sebagian lainnya harus berjuang menghadapi tekanan ekonomi yang memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Namun, tidak semua orang memiliki tempat yang aman untuk mengungkapkan beban tersebut.
Berangkat dari kepedulian itu, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan SKB (Sejuta Keluarga Bercerita) pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Di Kabupaten Temanggung, layanan konsultasi dibuka di tiga lokasi agar lebih mudah dijangkau masyarakat, yakni wilayah timur di Pringsurat, wilayah pusat di Gedung DPD PKS Temanggung, Bakungan, Tlogorejo, serta wilayah utara di Ngadirejo.
Pelaksanaan SKB melibatkan pengurus Bipeka DPD PKS Temanggung bersama para konsultan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Temanggung. Mereka adalah Eko Walyani, Wakil Ketua Bipeka DPD PKS Kabupaten Temanggung, Suswanti dari Komisi Bina Keluarga Sakinah DED PKS Kabupaten Temanggung, serta Budi Andarti selaku Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai. Ketiganya memberikan pendampingan kepada peserta dengan pendekatan yang hangat, penuh empati, dan menjaga profesionalitas.
Berbeda dengan penyuluhan pada umumnya, SKB menghadirkan ruang konsultasi secara pribadi. Setiap peserta dapat berbicara langsung dengan konsultan tanpa didengar orang lain. Seluruh cerita dijaga kerahasiaannya sehingga peserta merasa lebih nyaman untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dipendam.
Beragam persoalan mengemuka dalam sesi konsultasi. Mulai dari komunikasi antara suami dan istri yang mulai renggang, persoalan ekonomi keluarga, tantangan dalam mengasuh anak, hubungan orang tua dengan anak, hingga pembagian peran dan tanggung jawab suami dalam rumah tangga.
Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar membuka ruang untuk bercerita. SKB juga menjadi pintu awal bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Apabila ditemukan persoalan yang bersifat krusial, tim akan membantu menghubungkan peserta dengan layanan atau pihak yang dapat memberikan penanganan sesuai kebutuhan.
Suasana di ketiga lokasi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para konsultan lebih banyak mendengarkan daripada menghakimi. Di ruang sederhana itu, setiap cerita diperlakukan sebagai sesuatu yang berharga. Sebab, sering kali seseorang tidak membutuhkan nasihat yang panjang, melainkan kehadiran orang yang benar-benar bersedia mendengar.
Melalui kegiatan ini, Bipeka DPD PKS Kabupaten Temanggung berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan. Justru dengan berani bercerita dan mencari solusi, keluarga memiliki kesempatan lebih besar untuk bangkit dan kembali harmonis.
Peringatan Harganas 2026 pun menjadi lebih bermakna. Tidak hanya mengingat pentingnya keluarga sebagai fondasi bangsa, tetapi juga menghadirkan ruang nyata agar setiap keluarga memiliki tempat yang aman untuk didengar, dipahami, dan dibantu ketika menghadapi persoalan. Sebab, keluarga yang kuat bukanlah keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap persoalan bersama.