Senin, 28 Juni 2021

Temanggung Dikepung Zona Merah




Dari 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah hanya tersisa 5 Kabupaten yang masih Zona Oranye salah satunya adalah Kabupaten Temanggung. 
 
Oleh karena itu menyikapi hal tersebut guna kepentingan saya, anda, dan kita semua. Masyarakat Temanggung *DIHIMBAU/DIMINTA/DIMOHON* untuk : 

1. Mematuhi Protokol Kesehatan 5 M ( Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Mengurangi Mobilitas, Menjauhi Kerumunan). 

2. Tidak mengadakan rapat RT dan sejenisnya.

3. Menunda kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak orang.

4. Tidak menggelar pertunjukan seni.

5. Menunda hajatan. 

6. Menutup Fasilitas Umum (Alun-alun Desa, Taman Desa, Ruang terbuka Hijau ).

7. Tidak menyelenggarakan event olahraga baik olahraga prestasi, maupun olah raga hiburan.

8. Tidak pergi ke tempat wisata, mall, dan sejenisnya.

9. Hindari keluar rumah untuk hal yang tidak penting (Nongkrong ataupun pinggir jalan).

10. Membeli makanan lebih baik dibungkus dan dimakan dirumah (memakai jasa layanan pesan antar).

11. Lebih baik dirumah saja.

Hal tersebut diatas penting untuk kita lakukan jangan mengatakan dasarnya apa, regulasinya apa, siapa yang menyuruh, siapa yang memerintahkan namun hal tersebut penting untuk kita semua lakukan dalam mengantisipasi jangan sampai Temanggung *KETULARAN ZONA MERAH.* 

Hal ini berat dan melelahkan bagi kita semua namun pepatah mengatakan *“Badai Pasti Berlalu”* Akan terbit sang surya memberikan kehangatan dan kehidupan bagi kita semuanya. 

Saling mendoakan dan menjaga nggih. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu. 

Informasi dari akun @kawalcovid19tmg 

#
Pastikan mendapatkan informasi tentang Covid-19 dari sumber yang terpercaya
Read more

Senin, 31 Mei 2021

Temanggung dan Mataram Kuno

Sumber gambar: TemanggungKab.com

Sejarah Temanggung selalu dikaitkan dengan raja Mataram Kuno yang bernama Rakai Pikatan. Nama "Pikatan" sendiri dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah yang berada pada sumber mata air di desa Mudal Kecamatan Temanggung. Di sini terdapat peninggalan berupa reruntuhan batu-bebatuan kuno yang diyakini petilasan raja Rakai Pikatan.

Sejarah Temanggung mulai tercatat pada Prasasti Wanua Tengah III Tahun 908 Masehi yang ditemukan penduduk dusun Dunglo Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Temanggung pada bulan November 1983. Prasasti itu menggambarkan bahwa Temanggung semula berupa wilayah kademangan yang gemah ripah loh jinawi di mana salah satu wilayahnya yaitu Pikatan.

Di sini didirikan Bihara agama Hindu oleh adik raja Mataram Kuno Rahyangta I Hara, sedang rajanya adalah Rahyangta Rimdang (Raja Sanjaya) yang naik takhta pada tahun 717 M (Prasasti Mantyasih). Oleh pewaris takhta yaitu Rake Panangkaran yang naik takhta pada tanggal 27 November 746 M, Bihara Pikatan memperoleh bengkok di Sawah Sima.

Jika dikaitkan dengan prasasti Gondosuli ada gambaran jelas bahwa dari Kecamatan Temanggung memanjang ke barat sampai kecamatan Bulu dan seterusnya adalah adalah wilayah yang subur dan tenteram (ditandai tempat Bihara Pikatan).

Pengganti raja Sanjaya adalah Rakai Panangkaran yang naik takhta pada tanggal 27 November 746 M dan bertakhta selama kurang lebih 38 tahun. Dalam legenda Angling Dharma, keratin diperkirakan berada di daerah Kedu (Desa Bojonegoro). Di desa ini ditemukan peninggalan berupa reruntuhan. Di wilayah Kedu juga ditemukan desa Kademangan.

Pengganti Rakai Panangkaran adalah Rakai Panunggalan yang naik takhta pada tanggal 1 april 784 dan berakhir pada tanggal 28 Maret 803. Rakai Panunggalan bertakhta di Panaraban yang sekarang merupakan wilayah Parakan . Di sini ditemukan juga kademangan dan abu jenazah di Pakurejo daerah Bulu.

Selanjutnya Rakai Panunggalan digantikan oleh Rakai Warak yang diperkirakan tinggal di Tembarak. Di sini ditemukan reruntuhan di sekitar Masjid Menggoro dan reruntuhan Candi dan juga terdapat Desa Kademangan.

Pengganti Rakai Warak adalah Rakai Garung yang bertakhta pada tanggal 24 Januari 828 sampai dengan 22 Februari 847. Raja ini ahli dalam bangunan candi dan ilmu falak (perbintangan). Dia membuat pranata mangsa yang sampai sekarang masih digunakan. Karena kepandaiannya sehingga Raja Sriwijaya ingin menggunakannya untuk membuat candi. Namun Rakai Garung tidak mau walau diancam.

Kemudian Rakai Garung diganti Rakai Pikatan yang bermukim di Temanggung. Di sini ditemukan Prasasti Tlasri dan Wanua Tengah III. Di samping itu banyak reruntuhan benda kuno seperti Lumpang Joni dan arca-arca yang tersebar di daerah Temanggung. Di sini pun terdapat desa Demangan.

Dari buku sejarah karangan I Wayan badrika disebutkan bahwa Rakai Pikatan selaku raja Mataram Kuno berkeinginan menguasai wilayah Jawa Tengah. Namun tidak berani untuk merebut kekuasaan dari raja Bala Putra Dewa selaku penguasa kerajaan Syailendra.

Maka untuk mencapai maksud tersebut Rakai Pikatan membuat strategi dengan mengawini Dyah Pramudha Wardani kakak raja Bala Putra Dewa dengan tujuan untuk memiliki pengaruh kuat di kerajaan Syailendra. Selain itu Rakai Pikatan juga menghimpun kekuatan yang ada di wilayahnya baik para prajurit dan senapati serta menghimpun biaya yang berasal dari upeti para demang.

Pada saat itu yang diberi kepercayaan untuk mengumpulkan upeti adalah Demang Gong yang paling luas wilayahnya. Rakai Pikatan menghimpun bala tentara dan berangkat ke kerajaan syailendra pada tanggal 27 Mei 855 Masehi untuk melakukan penyerangan.

Dalam penyerangan ini Rakai Pikatan dibantu Kayu Wangi dan menyerahkan wilayah kerajaan kepada orang kepercayaan yang berpangkat demang. Dari nama demang dan wilayah kademangan kemudian muncul nama Ndemanggung yang akhirnya berubah menjadi nama Temanggung.

Catatan sejarah Temanggung berasal dari:

  1. Prasasti Wanua Tengah III, Berkala arkeologi tahun 1994 halaman 87 bahwa Rakai Pikatan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 27 Mei 855 M.
  2. Prasasti Siwagrha terjemahan Casparis (1956 - 288), pada tahun 856 M Rakai Pikatan mengundurkan diri.
  3. Prasasti Nalanda tahun 860 (Casparis 1956, 289 - 294), Balaputra dewa dikalahkan perang oleh Rakai Pikatan dan Kayu Wangi.
  4. Prasasti Wanua Tengah III, Berkala Aekeologi Tahun 1994 halaman 89, Rakai Kayu Wangi naik takhta tanggal 27 Mei 855 M.
  5. Dalam buku karangan I Wayan Badrika halaman 154, Pramudya Wardani kawin dengan Rakai Pikatan dan naik takhta tahun 856 M. Balaputra Dewa dikalahkan oleh Pramudha wardani dibantu Rakai Pikatan (Prasasti Ratu Boko) tahun 856 M.

Catatan di atas dapat disimpulkan bahwa Rakai Pikatan mengangkat putranya Kayu Wangi. Selanjutnya mengundurkan diri dan meninggalkan Mataram untuk kawin dengan Pramudha Wardani. Dalam peperangan melawan Balaputra Dewa, Rakai Pikatan dibantu putranya Kayu Wangi.


Sumber: Wikipedia.com

Read more

Selasa, 25 Mei 2021

PKS Temanggung Gerak Cepat Membantu Korban Kebakaran Bonjor


Menindaklanjuti instruksi Ketua DPD PKS Temanggung, Yahya Purnomo, Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga beserta pasukan Kepanduan segera bergerak cepat untuk membantu korban kebakaran di Bonjor. Koordinasi dilakukan sejak malam dengan menurunkan personil di lokasi kebakaran untuk memastikan bantuan yang dibutuhkan. Kemudian Selasa pagi (25/5) koordinasi lewat grup WhatsApp pengurus DPD langsung dilanjutkan dengan aksi. 

Rahman Wahyu Hindarto selaku Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga mengkoordinasikan pasukan Kepanduan untuk membantu korban kebakaran. Selain itu personil lainnya bertugas mengkoordinasikan bantuan. Siang ini bantuan tahap pertama sudah diberikan kepada korban kebakaran melalui Kades Bonjor, Muhni, SH.. 

Bantuan tahap pertama dari PKS Temanggung meliputi uang, beras (sembako), pakaian, dan perlengkapan ibadah. Sampai saat ini PKS Temanggung masih melakukan penggalangan dana dan barang. Untuk penggalangan barang bisa menghubungi Rahman Wahyu Hindarto (+62 858-6761-8500). Kemudian untuk donasi uang dapat melalui nomor berikut 

pastikan konfirmasi setelah transfer. 

"PKS Temanggung bertekad sigap mengemban amanah melayani masyarakat Temanggung," tegas Wahyu. 
Read more

Kebakaran di Bonjor Hanguskan 9 Bangunan



 

Senin (24/5) pukul 20.30 terjadi kebakaran di Dusun Kalitengah, Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Bangunan yang terbakar terdiri dari 8 rumah dan 1 musala. Tidak ada korban. Jumlah kerugian diperkirakan Rp900.000.000,00.

Sebanyak 30 personil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kebakaran ini, didukung dengan 7 unit kendaraan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung dan 1 unit kendaraan dari Pos Damkar Sukorejo. Penanganan ini memakan waktu lebih dari 4 jam, tim berhasil menyelamatkan 20 bangunan lainnya beserta 1 masjid dengan perkiraan senilai Rp1.100.000.000,00. Angin yang kencang menjadi faktor utama percepatan rambat api serta medan yang sulit dengan tanjakan, turunan, tikungan yang tajam menyebabkan tim pemadam kebakaran terhambat untuk melakukan penanganan.

Menanggapi musibah tersebut Ketua DPD PKS Temanggung, Yahya Pornomo, segera menginstruksikan kepada Kepanduan (Tim Keamanan dan Relawan PKS) Temanggung untuk segera koordinasi dan bergerak membantu. Instruksi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Rahman  Wahyu Hindarto selaku Ketua Bidang Kepanduan. 

Sumber berita:
Damkar Kabupaten Temanggung melalui pesan WhatsApp grup dan akun IG Pemkab Temanggung 

Sumber foto:
Tangkapan layar video kebakaran 


Read more

Rabu, 12 Mei 2021

PKS Bulu Berbagi Takjil dan Sembako






Pada bulan Ramadan DPC  PKS Bulu, Temanggung berbagi takjil dan sembako kepada masyarakat Bulu. Kegiatan bagi takjil dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2021 sementara bagi sembako pada tanggal 11 Mei 2021. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Bulu yang membutuhkan. Pengurus dan kader DPC PKS Bulu membagikan dengan cara mengunjungi rumah per rumah supaya dapat langsung bertemu dengan masyarakat serta memastikan bantuan tepat sasaran.

Siti Rokhaniyah, Ketua BPKK DPC PKS Bulu sebagai penanggung jawab kegiatan berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan tidak hanya pada bulan Ramadan saja. Salah satu masyarakat penerima bantuan yang tidak ingin disebutkan namanya sangat berterima kasih dan senang karena diperhatikan oleh PKS saat kondisi ekonomi tidak stabil.
Read more

Minggu, 11 April 2021

PKS Temanggung Gelar Rakerda dengan Smart Goal

PKS Temanggung menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu (11/4) di Rumah Makan Papringan, Temanggung. Kegiatan ini terbatas diikuti oleh pimpinan DPD, Ketua Bidang, dan Sekretaris Bidang.
Rakerda ini bertujuan untuk konsolidasi program masing-masing bidang sekaligus rapat pleno. Setelah Ketua DPW Jateng, menyampaikan sambutan secara virtual. Dalam sambutannya M. Harris mengingatkan bahwa suara PKS di Jawa Tengah mempunyai target 15% suara. Saat Rakorda ini program yang disusun harus partisipatif, antisipatif, realitatif. Apalagi pada tahun 2024 akan dilaksanakan pemilu serentak. Maka PKS harus fokus pada usaha-usaha pemenangan mulai dari sekarang. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Ketua DPW, Yahya Purnomo sebagai Ketua DPD  menyampaikan, “Setiap program dari masing-masing program harus mengarah pada dua standar yakni peningkatan kualitas dan kuantitas kader.”
Kali ini DPD PKS Temanggung gunakan rumus Smart Goal dalam menyusun program kerja yaitu jelas dan detail; terukur, jelas; realisitis; dan mempunyai batas waktu. “Dengan Smart Goal  ini diharapkan tujuan program tercapai sesuai visi misi, masalah terselesaikan, dan program dikerjakan secara terstruktur serta sistematis,” pungkas Khaerul Umam, sekretaris umum DPD PKS Temanggung.

Setelah masing-masing ketua bidang presentasi, mereka menandatangani surat keputusan tentang disetujuinya program dan anggaran. Surat keputusan ditandatangani oleh Ketua, Bendahara DPD, dan Ketua Bidang. Kegiatan berjalan dengan baik, lancar, serta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Pukul 16.00 Rakerda berakhir. Meski hanya berlangsung setengah hari semua program bidang dalam setahun terbahas serta mendapatkan masukan dari pimpinan DPD, baik kegiatan maupun anggaran. (@a)
Read more

Sabtu, 13 Maret 2021

Masalah Pendidikan Temanggung, dari Kekurangan Murid Hingga Honor Guru



Bicara masalah pendidikan, berarti berbicara mengenai generasi penerus bangsa. Sehingga penanganannya harus serius, bukan hanya pada peserta didiknya tetapi juga pada pendidik dan tenaga kependidikannya. Hal itu diungkapkan Elynawati, Anggota Legislatif DPRD Temanggung dari PKS pada Rapat Pansus Pembahasan LKPJ Bupati Temanggung, Jum'at (12/3).

Dalam LKPJ yang dibahas pansus, terdapat beberapa persoalan pendidikan di Temanggung seperti minimnya peserta didik di beberapa sekolah negeri dan minimnya honorarium yang diterima Guru Tidak Tetap (GTT) baik di sekolah negerimaupun swasta.

Terkait minimnya peserta didik, Elyna mengapresiasi pemda yang melakukan regruping (penggabungan) sekolah supaya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan. 

Elyna mengingatkan, "Regruping akan efektif bila sekolah-sekolah yang akan digabung letak geografisnya berdekatan. Bila jarak sekolah yang satu dengan sekolah yang lain jauh, maka akan menyulitkan peserta didik manakala harus pindah tempat KBM."

Menyoroti masalah pendidikan yang lain, Elyna juga prihatin masih ada pendidik dan tenaga kependidikan yang mendapat honorarium di bawah UMK. 

"Mohon pemda untuk memprioritaskan hal ini (honor pendidik). Di bidang infrastruktur ada anggaran sekian M bisa disetujui, sementara untuk menambah honor guru 200 ribu saja kok sepertinya masih berat, padahal mereka berjuang mendidik generasi penerus bangsa" iba Elyna.

Read more

Pengurusan P-IRT Setahun Sekali, Itu Lama!



Dalam Rapat Pansus Pembahasan LKPJ Bupati di Gedung DPRD Temanggung, Jum'at (12/3), Elynawati mengungkapkan, pelaku usaha yang ingin mengurus perijinan P-IRT ternyata harus menunggu lama. Pengurusan P-IRT ini diagendakan oleh Dinkes Kab. Temanggung 6 (enam) bulan sekali atau bahkan setahun sekali yang dijadwalkan di akhir tahun.

"Kalau kita mau serius (memajukan UMKM), dari sisi anggaran kita juga harus seriusi. Karena UMKM di Temanggung sudah mulai bertumbuh kembang, produk di masyarakat juga sudah banyak, masyarakat juga sudah mulai serius (menggarap segmen UMKM)," ujar Elyna.

Elyna berharap, Pemda lebih serius memajukan UMKM dengan cara memperbanyak jadwal pengurusan perijinan usaha dan tidak hanya 6 (enam) bulan atau satu tahun sekali.

Read more

Jumat, 12 Maret 2021

Elynawati Pertanyakan Pengelolaan RTH



Anggota legislatif DPRD Temanggung dari PKS, Elynawati mempertanyakan penganggung jawab pengelolaan RTH dari beberapa taman yang ada di Kabupaten Temanggung. Taman yang dimaksud Elyna antara lain Taman Kali Progo, Taman Kali Galeh, Taman Parakan. Hal tersebut diungkapkan Elyna dalam Rapat Pansus membahas LKPJ Bupati di Gedung DPRD Temanggung, Jum'at (12/3).

"Bila taman-taman tersebut difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), jelas itu wilayahnya DLH," papar Elyna.

Ia juga mempertanyakan tanah di depan Embung Kledung yang juga tidak jelas siapa pengelolanya.

"Dulu penganggaran (Taman Kledung) di DLH, fungsinya untuk Ruang Terbuka Hijau, kenapa pengelolaannya juga tidak jelas. Itu yang kita pertanyakan," lanjut Elyna.

Rapat pansus tersebut nantinya akan menghasilkan Rekomendasi DPRD untuk Pemerintah Daerah guna merancang program kerja di tahun mendatang.


Read more

Senin, 25 Januari 2021

Kader Muda Isi Kepengurusan DPD PKS Temanggung



Temanggung. PKS Temanggung menyelenggarakan Up Grading dan Pra Raker Kepengurusan DPD PKS Temanggung periode 2021-2025 pada Sabtu, 23 Januari 2021. Kegiatan ini bertempat di Markaz Dakwah. Pada kegiatan ini diumumkan kepengurusan DPD PKS Temanggung periode 2021-2025 yang sebagian besar berisi kader "muda". Bahkan sebagian para kader "muda"  ini menduduki jabatan sebagai ketua bidang. 

Yahya Purnomo, Ketua DPD PKS Temanggung berharap pemilihan kader-kader muda ini selain untuk regenerasi kepengurusan juga bisa memenangkan PKS. "Dengan kemenangan PKS, in syaa Alloh kontribusi PKS kepada masyarakat sebagai pelayan masyarakat akan lebih baik dan lebih banyak," imbuhnya. 

Kegiatan ini juga dihadiri Solihin, Ketua MPW PKS Jawa Tengah. "Untuk melayani masyarakat, PKS harus tahu kebutuhan masyarakat sehingga PKS harus dekat dengan masyarakat, dekat dengan tetangga. Dengan demikian masyarakat mendapatkan manfaat bertetangga dengan kader PKS."

Acara berjalan dengan baik dan lancar serta mematuhi protokol kesehatan Covid-19.



Read more