Pagi baru saja merekah di jantung kota Temanggung ketika satu per satu orang mulai duduk berjajar di sepanjang trotoar Citywalkb Sudirman Temanggung. Udara masih sejuk, langit cerah, dan suasana kota yang biasanya riuh oleh kendaraan perlahan berubah menjadi ruang kebersamaan yang tenang. Di tangan mereka terbuka mushaf Al-Qur’an. Suara tilawah mulai terdengar pelan, lalu menyatu menjadi lantunan yang mengalir hangat di pagi Ramadan.
Ahad pagi, 8 Maret 2026, jajaran kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Temanggung Daerah Pemilihan (Dapil) 1 kembali melanjutkan program tadarus Al-Qur’an bersama masyarakat. Kegiatan yang digelar pukul 06.30 hingga 07.30 WIB itu menghadirkan suasana berbeda di ruang publik kota: jalanan yang biasanya dipenuhi langkah cepat berubah menjadi tempat orang-orang duduk tenang membaca Kalamullah.
Peserta datang dari berbagai unsur. Pengurus DPD, pengurus DPC, anggota partai, hingga masyarakat umum ikut bergabung. Tidak ada sekat yang terasa pagi itu. Sebagian duduk berkelompok kecil, sebagian lain membaca sendiri dengan khusyuk, namun semuanya terhubung oleh satu aktivitas yang sama—menghidupkan Al-Qur’an di bulan Ramadan.
Di sela-sela lantunan ayat suci, senyum dan sapa hangat juga mengalir. Suasana terasa akrab, seolah trotoar kota berubah menjadi majelis kecil yang terbuka bagi siapa saja.
Program tadarus di ruang publik ini memang dirancang sederhana, namun sarat makna. Bagi penyelenggara, kegiatan tersebut bukan sekadar membaca Al-Qur’an bersama, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Ramadan di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Harapannya, Al-Qur’an benar-benar hadir di ruang kehidupan kita. Tidak hanya dibaca di masjid atau rumah, tetapi juga menjadi bagian dari suasana kota,” ujar Agus Hariyadi, Kordapil 1 sekaligus ketua panitia.
Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal. Banyak yang datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk di sepanjang jalur pedestrian city walk. Langit yang cerah pagi itu seolah menambah kenyamanan suasana tadarus.
Untuk menambah keceriaan, panitia juga menyiapkan 50 doorprize bagi peserta yang hadir. Kupon dibagikan secara sederhana di sela kegiatan, menghadirkan momen-momen kecil penuh tawa ketika nama pemenang diumumkan.
Namun bagi banyak peserta, hadiah bukanlah alasan utama mereka datang. Siti Zumaroh, salah satu warga yang ikut tadarus, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
“Saya sangat bangga dan bahagia karena banyak pengalaman, menambah saudara," ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun ke depan.
Bagi para peserta, satu jam pagi itu terasa singkat. Namun lantunan ayat yang bergema di ruang terbuka kota meninggalkan kesan mendalam. Di tengah rutinitas kehidupan yang bergerak cepat, tadarus di trotoar kota menjadi pengingat sederhana: Ramadan adalah waktu untuk kembali mendekat pada Al-Qur’an, bersama-sama.
Dan di sepanjang Sudirman City Walk pagi itu, Kota Temanggung seolah ikut berzikir.
0 komentar