Jumat, 25 September 2020

Remaja Masjid dan Peranan Sosialnya

Read more

Senin, 17 Agustus 2020

Peringati Hari Kemerdekaan DPD PKS Temanggung adakan Khotaman Alquran

Peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia  (HUT RI) ke 75 tahun ini memang beda dengan peringatan tahun tahun yang lalu. Luapan dan ungkapan rasa bahagia dengan adanya kemerdekaan terpaksa harus dibatasi karena adanya pandemi Covid 19. Berbagai acara peringatan pun diselenggarakan masyarakat dengan segala pembatasan dan tatanan New Normal demi menjaga dari penyebaran Covid 19. 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Temanggung menyelenggarakan peringatan kemerdekaan dengan mengadakan acara Khotaman Alquran 30 Juz dengan peserta yang  terbatas dan standar protokol kesehatan. Acara ini dilaksanakan pada hari senin, 17 Agustus 2020 bertempat di kantor DPD PKS Temanggung. Acara ini dimulai dengan sambutan ketua DPD PKS Temangung dilanjutkan dengan pidato kebangsaan oleh Ustadz Cahyadi Takariawan secara online. 


"Dengan kegiatan ini kita berharap mampu membangun semangat perjuangan dan berkorban bagi seluruh kadar dan simpatisan. Semua yang dilakukan hanya dalam menggapai ridho Allah SWT." kata Arif Noorhadi dalam sambutan pembukaanya.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah membangkitkan kembali semangat kepahlawanan   yang melandaskan pada kesadaran bahwa segala perjuangan dan pengorbanan adalah untuk menggapai ridho Allah semata.

Peringatan hari ulang tahun kemerdekaan merupakan proses mengingatkan kembali peristiwa proklamasi kemerdekaan sehingga mewariskan semangat berkorban untuk bangsa dan negara. Tak kalah pentingnya adalah bahwa Peringatan kemerdekaan harus menyadarkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah dari Allah yang wajib disyukuri  dengan bentuk kesyukuran menjalankan perintah Allah dan menjauhkan dari larangan larangannya.
Read more

Jumat, 31 Juli 2020

Rayakan Iduladha, Partai ini Bagikan 1000 Paket Bumbu

Unik dan kreatif, begitulah partai ini dalam setiap aksi yang dilakukan. Kali ini Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Temanggung membagikan 1000 paket bumbu kepada masyarakat. Bumbu yang dibagikan antara lain bumbu pawon, bumbu uleg gulai, dan racikan bumbu.

Marwanti, Ketua BPKK, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan perayaan Iduladha. Selain itu juga untuk menguatkan peran kader perempuan PKS di tengah masyarakat.

Daerah yang menjadi sasaran pembagian bumbu antara lain Kecamatan Temanggung, Tembarak, Tlogomulyo, Parakan, Bulu, Kedu, Kandangan.

Kegiatan BPKK untuk masyarakat memang rutin dilaksanakan tiap tahun. Warga berterimakasih kepada PKS atas aksi yang dilakukan ini. Salah satunya adalah Siti Robi'ah, penggerak PKK Dusun Branti, Kandangan "Kegiatan yang dilakukan oleh PKS ini bagus, semoga bisa terus diadakan,". (ATA)
Read more

Jumat, 17 Juli 2020

PKS Talk Episode 1, Perlukah UU HIP Dihapuskan?


Mencuatnya isu komunisme akan hadir kembali dalam balutan RUU HIP cukup meresahkan masyarakat. Tapi benarkah adanya RUU HIP ini menjadi pintu masuk berkembangnya komunisme gaya baru di Indonesia?
Disampaikan dalam PKS Talk di Gedung Markaz Dakwah DPD PKS Temanggung, Jum'at (17/7), Anantiyo Widodo, Pengamat Dunia Islam, menjelaskan perlunya masyarakat memahami kronologis lahirnya Pancasila dan segala dinamika perumusannya. Harapannya, masyarakat dapat memilah dan memilih mana informasi yang benar dan kurang benar yang beredar di masyarakat.
Adapun tentang RUU HIP, Widodo mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap upaya apapun yang akan merongrong kedaulatan Indonesia, tidak hanya komunisme. "Pancasila sudah final. Apapun upaya yang akan mengganti atau mengubah isi Pancasila maka perlu diwaspadai", imbuhnya
Read more

Kamis, 21 Mei 2020

Meraih Kemenangan dan Kembali Fitri


Bulan Ramadan adalah bulan kemenangan maka ketika kita menjalani puasa ini mestinya kita semangat. Puasa tinggal tiga hari lagi maka kita harus semangat insyaAlloh kita akan meraih kemenangan.
Kemenangan yang ingin kita raih di bulan ini adalah kemenangan hakiki seperti dalam firman Alloh SWT. Puasa adalah panggilan iman, hanya orang orang yang berimanlah yang dipanggil Alloh untuk berpuasa. Dari sekian banyak orang yang berpuasa tidak semua merasa terpanggil imannya maka ia akan menjalankan puasa dengan bermalas malasan dan berberat berat hati karena imannya belum terpanggil.
Seperti yang kita fahami puasa akan mengantarkan kita pada rahmat Alloh dzat yang akan memenuhi seluruh hajad hidup kita. Ketika kita mendapatkan kasih sayang Alloh SWT maka tidak ada sesuatupun yang membuat kita sedih resah dan gundah gulana.
Bulan Ramadan adalah bulan maghfiroh bulan dimana Alloh akan mencurahkan  ampunan atas dosa dan kesalahan kita maka kesungguhan puasa kita itulah yang akan menjadikan dosa dan kesalahan yang sangat banyak satu persatu akan berguguran seperti daun daun kering di musim kemarau. Maka berbahagialah karena kemenangan yang akan kita dapatkan dibulan ramadan ini adalah terampuninya dosa dosa dan kesalahan kita.
Puasa kita dibulan Ramadan yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan ini menjanjikan kita terbebas dari api neraka yang sangat dasyat. Tidak ada yang mampu menanggungnya meskipun hanya sesaat. 
Dalam materi Nafsul Insan ada 3 kondisi manusia yaitu
1. Ruh dibawah hawa nafsu, orientasi jiwa pada nafsu
2. Ruh yang tarik menarik dengan hawa nafsu, orientasi jiwa pada akal
3. Ruh menguasai hawa nafsu, keimanan menang dari hawa nafsu
Kondisi ruh yang ketigalah diakhir Ramadan ini yang akan kita raih. Puasa mestinya bukan hanya kita maknai menahan diri dari makan dan minum akan tetapi jauh dari itu tapi kita juga mampu menahan hawa nafsu kita.
Perang Badar di tanggal 17 Ramadan mengajarkan kita pertempuran berat yang tidak seimbang bisa dilalui kaum muslimin dan kaum qurais bisa dipukul mundur. Disaat pertempuran usai Rosululloh menyampaikan kita baru saja pulang dari pertempuran kecil menuju pertempuran akbar, pertempuran akbar adalah perang melawan hawa nafsu.
Tujuan kita berpuasa bukanlah agar kita selesai dalam masalah hidup kita atau agar menyelesaikan hutang hutang kita. Tapi ketika kita puasa itu adalah cara kita untuk mendapatkan pertolongan Alloh, pertolongan Alloh yang akan diberikan pada orang orang yang bertaqwa baik masalah yang besar ataupun masalah yang rumit.
Kemenangan akan kita raih jika kita mampu menahan diri dari marah. Marah bukanlah sesuatu yang membatalkan puasa tapi marah bisa mengurangi pahala puasa kita. Bukanlah sesuatu yang mudah tapi insyaAlloh bisa diusahakan.
Mari raih kemenangan Ramadan, kita isi lembaran baru dalam harian keseharian kita dengan identitas baru kita sebagai orang yang bertaqwa mulai dengan pusasa 6 hari bulan syawal. 
Kita tidak akan bisa Ramadan agar bisa selalu bersama kita namun semangat Ramadan seharusnya terus ada dalam diri kita. Maka jadikan Ramadan jadikan sebagai momentum kita untuk tunduk patuh dan taat kepadaNya, semangat untuk mengkaji Islam, menyuarakan Islam dan semangat menjadi pembela Islam.

Read more

Selasa, 19 Mei 2020

Keluarga Sebagain Pilar Utama Kesuksesan Dunia Akhirat


Keluarga adalah pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga tidak boleh main main didalam membangunnya.
Pilar didalam istilah jawa adalah soko. Soko adalah tiang penyangga agar atap bisa dibangun. Sehingga pilar didalam keluarga adalah hal hal yang perlu dilakukan dalam mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
keluarga yang ingin dicapai adalah keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah. Secara umum keluarga yang diidamkan ini  didalamnya terdapat produktifitas, kontribusi pada masyarakat luar, memancarkan rona  keindahan, saling menghargai potensi masing masing, menjunjung tinggi budi pekerti, menghormati nilai nilai, menaati Illahi robbi dan mengikuti tuntunan nabi
Keluarga sakinah adalah keluarga yang didalamnya mengandung kedamaian  ketentraman keamanan ketenangan merasa terlindungi dan ada rasa saling menghargai.
Mawadah adalah perasaan cinta yang menggebu pada pasangan secara fisik. Dalam memelihara mawadah maka harus perlu dijaga jangan sampai terkikis oleh berbagai kesibukan seperti kesibukan anak, pekerjaan dan keruwetan rumah tangga lain. Perlu ada kreasi/cara didalam  menjaga mawadah diantaranya memunculkan kembali kenangan kenangan indah didalam rumah agar suami selalu rindu dengan rumah.
Rahmah adalah cinta tanpa syarat, kasih sayang yang lembut yang terpancar dari hati yang tulus, juga siap berkorban.
Kelurga yang sakinah mawadah dan rahmah diatas akan menjadi pilar kebahagiaan di dunia akhirat. Dapat dikatakan pula pilar keluarga bahagia adalah keluarga yang penuh cinta terencana. Maksud dari cinta ternecana ini adalah keluarga yang selalu ada ikhtiar dan doa didalam  menjalani setiap prosesnya, diantaranya saat mendapatkan jodoh, saat merencanakan pendidikan anak, saat mencari rizki yang halal dan sebagainya.
Kebahagiaan dunia normatif pada awalnya dan saat menjalaninya akan subyektif, tiap orang mempunyai kebahagiaan dunia yang berbeda beda. Ada yang bahagia karena ingin punya segalanya ada pula yang fokus dengan pendidikan saja, karir saja, tampilan fisik saja dan sebagainya. Kebahagiaan itu sawang sinawang, kebahagiaan menurut kita belum tentu bahagia yang kita lihat pada orang lain dirasakan orang tersebut.
Kebahagiaan Akhirat adalah hak prerogatif Alloh. Dalam memahami kebahagiaan akhirat kita harus ingat tujuan penciptaan Alloh terhadap manusia yaitu agar mengabdi dan beribadah pada Alloh. Sehingga perlu kita ingat jangan sampai ibadah ini hanya aktifitas rutinitas saja. Agar senantiasa tetap istiqomah dan benar maka perlu ada proses tarbiyah.
Untuk mewujudkan kebahagiaan dunia akhirat maka perlu kita ingat selalu proses ikhtiar yang sudah kita lakukan.
Read more

Ramadan Membentuk Kepribadian Pemimpin


Yang menjadi tantangan kita Ramadan tahun ini harus lebih berkualitas dari pada tahun lalu. Di Ramadan ini kita ingin mendapat pelajaran dan makna baru disini kita berharap Ramadan bisa membentuk dan melahirkan pribadi yang tangguh berkualitas dan menjadi pemimpin.
Selama manusia masih hidup tentunya mereka membentu pemimpin. Bahkan makhluk yang lain juga membutuhkan pemimpin didalam melangsungkan kehidupannya untuk memberikan arahan yang jelas dalam kehidupan. Peradaban besar bisa dipersembahkan pada saat ada pemimpin yang baik. Dengan pemimpin yang baik dan ideal maka dunia akan dipenuhi kesejahteraan kemakmuran dan kebaikan didalamnya. Jika dipimpin oleh orang yang tidak  baik maka akan ada pengurangan makna sehingga yang muncul adalah ketakuran ancaman kecemasan saling merugikan dan menjatuhkan.
Jika berbicara pemimpin dan kepemimpinan maka bisa kita mulai dari anak anak kita. Memberikan keteladanan tentang kepemimpinan bisa dari cerita tentang para nabi. Banyak pelajaran dari Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan lain lainnya. Mereka menampakkan kegigihannya, kesabarannya, keberaniannya, ketegasannya dan kasih sayangnya yang tidak bertepi pada kaumnya. Para Rasul diutus menjadi pemimpin bagi kaumnya yang memandu mengarahkan dan membebaskan dari belenggu.
Sesungguhnya setiap kita  adalah pemimpin. Sehingga ketika kita bicara tentang pemimpin kita sedang membicarakan diri kita sendiri. Sebagai manusia kita adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin. Maka sudah semestinya setiap orang perlu menyiapkan jiwa kepemimpinannya.
Kesamaan antara pemimpin dan orang yang dipimpin adalah adanya nafas yang sama. Artinya ada kekompakan bukan saling menyalahkan antara kita.
Ciri dari pemimpin yang handal sebagai berikut
1. Mempunyai visi yang jelas (QS. Al Baqarah : 257).
2. Beriman dan bertaqwa pada Alloh SWT.
3. Mendirikan Sholat.
4. Membayar Zakat.
5. Tunduk patuh pada Alloh SWT. (QS Al Maidah : 55)
Hikmah puasa akan mewarnai seseorang menjadi pemimpin yang baik baik dalam kesabaran, kepekaan, kepedulian, disiplin dan lainnya.

Read more

Jumat, 15 Mei 2020

Ramadan Palestina dan Kita


Keberkahan Ramadan bukan hanya soal ibadah saja. Tetapi Ramadan menjadi saksi kemenangan besar umat Islam.
Beberapa peristiwa penting di bulan Ramadan diantaranya adalah
1. Bulan diturunkannya Al Qur’an
2. Kemenangan Umat Islam atas Qurais dengan terbebaskannya Mekah
3. Kemenangan Al Quds dan Baitul Maqdis oleh Umar bin Khatab dari Romawi
4. Kemenangan pasukan Salahuddin Al Ayyubi dalam perang Salib
Kita perlu belajar sejarah tentang apa yang terjadi di Palestina agar kita bisa mengetahui kebenaran dan bisa punya empati dan simpati terhadap saudara muslim disana. Berikut dipaparkan kondisi palestina dari masa ke masa
1. Ekspansi pasukan Salib dipadamkan oleh dinasti Ayubuyah ketika Turki Usmani terlibat PD 1 dan kalah pada tahun 1916
2. Perjanjian sepihak antara inggris, Perancis dan Rusia pada tahun 1916 tentang pembagian Turki Usmani dan Palestina ke tangan Inggris
3. Inggris menyetujui dan memberikan Palestina untuk Zionis Israel melalui deklarasi Balfour pada tahun 1917
4. Seluruh wilayah Islam menjadi jajahan eropa, Al Quds dan Al Aqsa seperti tanpa penopang.
5. Tahun 1920-1948 Palestina berada dibawah kehancuran. Yahudi mulai berdatangan dan puncaknya pendirian negara sepihak pada tahun 1948 Israel diwilayah Palestina.
6. Pendirian Israel memicu Perang Arab-Yahudi, menyebabkan ribuan orang eksodus  pada 15 Mei 1948
7. Al Quds menerima berbagai penindasan, pembantaian  bahkan berlanjut diluar Palestina
8. Tahun 1967 Al Quds jatuh ketangan Israel
9. Israel membuat tembok barat sebagai ritual suci, membatasi pergerakan muslim di Al Aqsa dan para dai dan ulama ditangkap dengan dalih ujaran kebencian dan terorisme.
Ketika datang Ramadan seharusnya kita ingat dengan palestina, karena disana ada kiblat umat muslim yang pertama.
Palestina juga mempunyai kedekatan dengan Indonesia, karena saat diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia (saat itu di bulan Ramadan) Palestina menjadi salah satu negara yang langsung mengakui melalui syaikh Al Amin Al Husaini. Meski dua tahun sesudahnya Palestina direnggut oleh Israel.
Bagi masyarakat muslim palestina Ramadan menjadi bulan Istimewa karena:
1. Pelipur lara, mereka bernostalgia akan sejarah keemasan
2. Ramadan menjadi bulan penghargaan bahwa pembebasan akan tiba
3. Ada banyak harapan di bulan ini. Mereka berharap tokoh seperti Umar Bin Khatab, Salahudin Al Ayyubi hingga Nuruddin Mahmud Zanki akan bangkit kembali

Read more

Kamis, 14 Mei 2020

HIDUP MULIA DAN BERJAYA BERSAMA AL QUR’AN


Al Quran sebagai rahmat yang paling agung untuk seluruh alam semesta, berbeda dengan kitab sebelumnya. Yang membedakan dengan kitab sebelumnya adalah fungsi Al Qur’an tidak hanya sebagai Manhajul hayah tapi juga berfungsi sebagai mukjizat yang akan terus terjaga sampai akhir zaman.
Al Quran secara harfiah artinya bacaan yang sempurna. Dari Generasi ke generasi Al Qur’an senantiasa dipelajari menjadi berjilid jilid buku, ini bukti begitu mulianya Al Qur’an.
Membaca Al Qur’an adalah pengulangan huruf huruf. Bagi orang yang mengajarkan Al Qur’an maka akan diberi pahala yang terus mengalir.
Diantara Tipe Tipe kelompok orang dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut
1. Kelopok Orang yang menganiaya diri sendiri.
2. Kelompok orang pertengahan
Orang yang tidak dhalim tapi tidak bersegera dalam kebaikan
3. Kelompok orang yang bersegera dalam kebaikan
Bulan Ramadan adalah bulan dalam menempa jiwa, maka cara mensucikan jiwa kita diminta untuk banyak tilawah dan mentadaburi Al Qur’an.
Tugas kita agar menjadi kelompok orang yang bersegera dalam kebaikan adalah dengan cara mengulang ulang didalam membaca Al Qur’an karena dengan itu kita akan menimbulkan penafsiran baru, pengembangan gagasan,  menambah pensucian jiwa dan kesejahteraan lahir batin kita.
Akal tanpa kalbu  akan menjadikan manusia seperti robot, pikiran tanpa dzikir akan menjadikan manusia seperti setan, iman tanpa ilmu seperti pelita ditangan bayi, dan ilmu tanpa iman bagaiman pelita ditangan pencuri. Sehingga Al Qur’an merupakan kitab terpadu yang memperhatikan keseluruhan unsur yang diperlukan manusia.
Tujuan Al Quran yang menyeluruh dan terpadu bukan sekedar mewajibkan pendekatan religius bersifat ritual yang menimbulkan formalitas dan gersang. Al Qur’an jika dipelajari akan memberikan solusi bagi problem kehidupan. Gaya bahasa yang merangsang akal dan menyentuh rasa dapat menggugah kasih sehingga dapat mengarahkan kita untuk senantiasa berbagi untuk umat.
Diakhir materi ustad Husein menyampaikan siapapun yang hidup tanpa Al Qur’an maka hidupnya akan kosong.  Al Qur’an adalah akhlak, perilaku dan harus hadir dalam seluruh kehidupan kita, membaca, menghafal dan mentadaburi adalah tujuan antara.

Read more

Rabu, 13 Mei 2020

KEUTAMAAN TILAWAH, TADABUR DAN MENGKHATAMKAN AL QUR’AN



Banyak aktifitas ibadah yang bisa lakukan bersama Alquran, yang paling sederhana adalah mencintai Al Qur’an dan membuktikannya dengan mendengarkan Al Qur’an. Dapat kita temui bahwa banyak orang yang sudah berusia lanjut di masjid sekitar kita belum bisa membaca Al Qur’an karena masa lalu yang jauh dari pendidikan agama. Akan tetapi kita temui beliau yang belum bisa membaca Al Qur’an ini adalah orang yang tekun rajin dan istiqomah dengan cara mendengarkan Al Qur’an.
QS. Al A’raf : 204 Alloh berfirman
وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Keutamaan orang yang membaca al Qur’an diantaranya adalah  dengan membaca satu huruf mendapatkan 10 kebaikan. Sehingga membaca Al Qur’an perlu diprogramkan oleh  masing-masing diri kita.
Sedangkan keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an diantaranya
1.       Akan dimuliakan Alloh.
Banyak sekali ulama yang dimuliakan Alloh karena telah mengajarkan Al Qur’an  diantara Imam Nafi' bin Abdurrahman bin Abi Nu'aim al-Laitsi al-Kanani  dan Imam Abu Mansur Al Hayat Al Baghdadi.
2.       Mendapatkan kebaikan lebih baik dari dunia dan seisinya
3.       Orang yang mengajarkan ayat Al Qur’an pahalanya seperti menunaikan haji secara utuh. Seperti yang disampaikan dalam hadis shahih imam Thabrani.
4.       Pahalanya seperti berjihad dijalan Alloh.
5.       Mendapat pahala  yang senantiasa mengalir dari orang yang diajarkan.
6.       Menjadi keluarga Alloh
Kewajiban manusia terhadap Al Qur’an diantaranya adalah sebagai berikut
1.       Membaca
2.       Mentadaburi
3.       Menjaga dengan cara menghafalkannya
4.       Mendakwahkannya

Read more