Selasa, 05 Mei 2020

STRATEGI KETAHANAN PANGAN RUH DAN JASAD UNTUK SURVIVE DI BULAN RAMADAN DAN PASCA RAMADAN



Selasa, 5 Mei 2020
Pembicara  Ustad M. Anantiyo Widodo, S.E
(Trainer muda dan Penggiat Desa Berdaya)

Pemandu Acara : Ustad Didik

Berbeda dengan kajian sebelumnya, pesantren Ramadan hari ini disambut meriah dengan tampilan rekaman nasyid yang dibawakan oleh Ustad didik bersama putri putrinya, sambutan hangat santri peserta pesantren online menambah keakraban meski hanya di grup Whatsapp.
Sehubungan dengan pembicara utama Ustad DR Sri Praptono berhalangan hadir, acara pesantren saat ini diisi oleh Ustad Widodo.
Diawal materi ustad Widodo menyampaikan pesan bahwa Jika kita awali segala sesuatu dengan syukur maka akan muncul harapan dan optimis baru sehingga Alloh akan melimpahkan keberkahan dalam langkah hidup ini.
Ustad Widodo enyampaikan bahwa letahanan pangan menarik untuk dipelajari. Konsep ketahanan pangan sebenarnya  sudah ada dalam Islam diantaranya ada konsep zakat infak dll.
Meski di desa angka penularan covid-19 rendah tapi sebagai produsen pangan desa harus dilindungi secara serius agar bisa menjadi benteng pertahanan dalam pandemi.
Ada beberapa langkah yang disampaikan seperti yang beliau sampaikan dalam rilis salahsatu harian nasional didalam melakukan pengamanan didesa diantaranya
1. Melakukan pendataan terhadap warga yang datang dengan menerapkan wajib lapor.
2. Melakukan karantina sesuai protokol kesehatan minimal 14 hari.
3. Melakukan edukasi kepada masyarakat terus menerus
4. Menghidupkan kembali sistem pengamanan pangan tradisional diantaranya jimpitan beras dan lumbung padi yang dikombinasikan dengan ronda malam untuk memastikan keamanan lingkungan
5. Melakukan komunikasi yang efektif baik kebawah maupun keatas
Beliau menyampaikan dengan kuatnya desa maka akan mempercepat recovery saat pandemi nanti berakhir. Tentu saja ini harus didukung dengan kebijakan yang tepat dari pemerintah.

Load disqus comments

0 komentar