Jumat, 15 Maret 2013

Ikhwanul Muslimin Cela Dokumen PBB yang Anti-Islam


Lembaga PBB berusaha meratifikasi dokumen
perlindungan wanita yang isinya sepenuhnya
menyimpang dari ajaran Islam
Hidayatullah.com --Organisasi keagamaan
Mesir, Ikhwanul Muslimin, mengecam dokumen
yang diusulkan lembaga PBB bernama
Commission on the Status of Women (CSW)
yang isinya bertentangan prinsip-prinsip Islam
dan menghancurkan kehidupan keluarga dan
seluruh masyarakat.
Sesi ke-57 CSW PBB yang berlangsung dari
4-15 Maret di markas PBB, berusaha
meratifikasi deklarasi berjudul "Akhiri Kekerasan
terhadap Perempuan".
"Judul itu, bagaimanapun, adalah menyesatkan
dan menipu. Isi dokumen itu bertentangan
dengan prinsip yang ditetapkan Islam,
melemahkan etika Islam dan menghancurkan
keluarga, serta bangunan dasar dari masyarakat,
sebagaimana terdapat pada Konstitusi Mesir,"
kata Ikhwanul Muslimin, sebagaimana termuat
pada laman www.ikhwanweb.com, Kamis
(14/3/2013).
Deklarasi ini, jika diratifikasi, akan menuju pada
disintegrasi total masyarakat, dan tentunya akan
menjadi bentuk invasi sempurna terhadap
intelektual dan budaya dari negara-negara
Muslim, menghilangkan kekhususan moral yang
membantu melestarikan kohesi masyarakat
Islam.
Butir-butir proposal CSW PBB berikut ini akan
menjadi dekadensi dunia jika kita
menandatanganinya:
1. Memberikan kepada gadis kebebasan seksual
sepenuh, sebagaimana kebebasan menentukan
jenis kelamin mereka sendiri dan jenis kelamin
pasangan mereka (yaitu, memilih memiliki
hubungan normal atau homo-seksual), sekaligus
meningkatkan usia perkawinan.
2. Menyediakan kontrasepsi untuk remaja
perempuan dan melatih mereka untuk
menggunakannya, serta legalisasi aborsi untuk
menyingkirkan kehamilan yang tidak diinginkan
atas nama hak-hak seksual dan reproduksi.
3. Pemberian persamaan kepada istri yang
melakukan perzinaan dan anak yang
dihasilkannya, dalam hubungan terhadap
sesama.
4. Pemberian hak yang sama terhadap
homoseksual, dan memberikan perlindungan
dan penghormatan terhadap pelacur.
5. Memberikan istri hak penuh untuk
mengajukan keluhan hukum terhadap suami
menuduh istri mereka diperkosa atau mendapat
pelecehan seksual, serta mewajibkan pihak yang
berwenang menangani hukuman terhadap
suami, sebagaimana hukuman terhadap pihak
lain yang melakukan perkosaan atau pelecehan
seksual.
6. Persamaan warisan (antara laki-laki dan
perempuan).
7. Mengganti perwalian dengan kemitraan, dan
berbagi peran penuh dalam keluarga antara pria
dan wanita seperti: tugas belanja, perawatan
anak dan rumah.
8. Kesetaraan penuh dalam undang-undang
perkawinan seperti: memungkinkan perempuan
Muslim menikahi pria non-Muslim, dan
penghapusan poligami, mas kawin, hak pria
menafkahi keluarga, dan lain-lain.
9. Melepaskan otoritas cerai hanya pada suami
dan menggantikan sepenuhnya pada
kewenangan hakim, dan berbagi sama semua
harta setelah perceraian.
10. Membatalkan perlunya persetujuan suami
dalam hal-hal seperti: melakukan perjalanan,
pekerjaan, atau penggunaan kontrasepsi.
Butir-butir dokumen ini akan merusak dan
melemahkan keluarga sebagai institusi yang
penting. Dokumen itu akan menumbangkan
seluruh masyarakat, dan mendorong
masyarakat dalam kejahiliyahaan pra-Islam.
Ikhwanul Muslimin mendesak para pemimpin
negara Muslim dan perwakilannya di  PBB untuk
menolak dan mengutuk dokumen ini, dan
menyerukan kepada PBB untuk menghormati
moral tinggi dan prinsip-prinsip hubungan
keluarga yang ditentukan oleh Islam.
Ikhwanul Muslimin juga menghimbau Al-Azhar
untuk memimpin, mengutuk deklarasi ini, dan
menyatakan dengan jelas dari sudut pandang
Islam berkaitan dengan semua rincian dari
dokumen ini.
Selanjutnya, Ikhwanul Muslimin mendesak
semua kelompok Islam dan asosiasi untuk
mengambil sikap tegas terhadap dokumen PBB
itu dan dokumen lainnya yang serupa.
Ikhwanul Muslimin juga menyerukan kepada
organisasi-organisasi perempuan untuk
berkomitmen pada agama mereka dan moral
masyarakat, serta dasar-dasar kehidupan sosial
yang baik, dan tidak tertipu dengan panggilan
menyesatkan demi modernisasi yang dekaden
dan jalan amoralitas yang subversif.
Allah swt berfirman: "Dan Allah hendak
menerima taubatmu, sedang orang yang
menuruti syahwat bermaksud agar kamu
berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)" {QS
4: 27}.*

Sumber:www.hidayatullah.com/index.php/Berita/detail/27689

Published with Blogger-droid v2.0.10
Load disqus comments

0 komentar